JEJAK LANGIT

Rabbanaa,, maa khalaqta haadzaa baatila...

my page

mutiara dari sang singa

sebelum baca potingan ini, harap baca dulu "getar hati para pemimpi" .. biar tau dulu kisahnya ^^

dan berikut ini adalah salah satu petikan khutbah beliau:


"Sesungguhnya aku, seorang tua yang lemah, tidak mampu memegang pena dan menyandang senjata dengan tanganku yang sudah mati (lumpuh). Aku bukan seorang penceramah yang lantang yang mampu menggemparkan semua tempat dengan suaraku (yang perlahan ini) Aku tidak mampu untuk kemana-mana tempat untuk memenuhi hajatku kecuali jika mereka menggerakkan (kursi roda)-ku Aku, yang sudah beruban putih dan berada di penghujung usia. Aku, yang diserang pelbagai penyakit dan ditimpa bermacam-macam penderitaan 

Tapi adakah segala macam penyakit dan kecacatan yang tertimpa ke atasku turut menimpa bangsa Arab hingga menjadikan mereka begitu lemah. Adakah kalian semua begitu, wahai Arab, kalian diam membisu dan lemah, ataukah kalian semua telah mati binasa Adakah hati kalian tidak bergelora melihat kekejaman terhadap kami sehingga tiada satu kaumpun bangkit menyatakan kemarahan karena Allah.

Tiada satu kaumpun (di kalangan kalian) yang bangkit menentang musuh-musuh Allah yang telah mengobarkan perang antarbangsa ke atas kami dan menukarkan kami daripada golongan mulia yang dianiaya dan dizhalimi kepada pembunuh dan pembantai yang ganas. (Tidak adakah yang mau bangkit menentang musuh-musuh) yang telah berjanji setia untuk menghancurkan dan menghukum kami.

Tidak malukah ummat ini terhadap dirinya yang dihina sedangkan padanya ada kemuliaan. Tidak malukah negara-negara ummat ini membiarkan penjajah Zionis dan sekutu antarabangsanya tanpa memandang kami dengan pandangan yang mampu mengesat air mata kami dan meringankan beban kami 

Adakah kekuatan-kekuatan ummat ini, pasukan tentaranya, badan-badannya, dan tokoh-tokohnya tidak mau marah karena Allah dengan kemarahan sebenarnya lalu mereka keluar beramai-ramai sambil menyerukan, “Ya Allah, perkuatkanlah saudara-saudara kami yang sedang dipatah-patahkan, kasihanilah saudara-saudara kami yang lemah ditindas dan bantulah hamba-hambamu yang beriman!” 

Adakah kalian tidak memiliki kekuatan berdoa untuk kami? 

Seketika nanti kalian akan mendengar mengenai peperangan besar ke atas kami dan ketika itu kami akan terus berdiri dengan tertulis di dahi kami bahwa kami akan mati berdiri dan berdepan dengan musuh, bukan mati membelakang (dalam keadaan melarikan lari) dan akan mati bersama-sama kami, anak-anak kami, wanita-wanita, orang-orang tua, dan pemuda-pemuda.

Kami jadikan di kalangan mereka sebagai kayu bakar buat ummat yang diam dalam kebodohan! Janganlah kalian menanti hingga kami menyerah atau mengangkat bendera putih kerana kami telah belajar bahwa kami tetap akan mati walaupun kami berbuat demikian (menyerah). Biarkan kami mati dalam kemuliaan sebagai mujahid.

Jika kalian mau, marilah bersama-sama kami sedaya mungkin. Tugas membela kami terpikul di bahu kalian. Kalian juga sepatutnya menyaksikan kematian kami dan menghulurkan simpati. Sesungguhnya Allah akan menghukum siapa saja yang lalai menunaikan kewajiban yang diamanahkan.

Dan kami berharap kepada kalian supaya jangan menjadi musuh yang menambah penderitaan kami. Demi Allah, jangan menjadi musuh kepada kami wahai pemimpin-pemimpin ummat ini, wahai bangsa ummat ini." 

(ahmad yassin)

************





Kala fajar hendak berpendar, 
mentari pun belum bersinar
Sebongkah dendam membara,
memburu sang hamba nan bersahaja

Raganya tak seperti kita,
namun semangatnya menembus semesta
Dari kursi roda mengguncang dunia,
untuk kemerdekaan palestina

Darah membuncah menyirami bumi
Tubuhnya terhempas tercabik
Namun dia hidup di sisi illahi
Dalam nikmat abadi

Selamat jalan hai mujahid, doa kami mengiringi
Dengan jiwa nan tentram suci, kepada Allah kembali


(shoutul harakah)



1 komentar:

catatan :
membuat notes-notes ini, sama sekali tidak bermaksud anarkhis ataupun ekstrimis.. hanya sedikit mencoba berbagi kekaguman tentang sosok hebat, perjuangan seorang ahmad yassin.. :)

banyak sekali hal yang bisa di pelajari dari beliau (tears)

kini giliran kita...
mari juga menari dalam batas, mengukir mimpi demi tujuan hakiki ^^

Allahu ghoyyatuna :D

 

Posting Komentar