JEJAK LANGIT

Rabbanaa,, maa khalaqta haadzaa baatila...

my page

jiwa.....

                    أسفاً لعبد كلما كثرت أوزاره قلّ استغفاره ، و كلما قرب من القبور قوي عنده الفتور
Menyesal-lah hamba; kian banyak dosanya, makin sedikit istighfarnya; kian dekat ke kuburnya, makin kuat kehampaan maknawinya. -Imam Ibnul Jauzy-

hampa. gersang. kelam.
seakan jiwa benar-benar kosong, tak ada lagi tumpuan untuk melangkah.. 
sempit sekali. melangkah sendiri. dihujat sana-sini. tak ada yang mau peduli.

yaa,, setiap dari kita pasti pernah merasakan hal seperti itu...

begitulah memang,, sebab penderitaan terbesar dari manusia, adalah jiwa yang cepat goyah dan bimbang saat menghadapi sesuatu yang sebenarnya remeh. Penderitaan paling berbahaya adalah ketika tujuan hidup kita yang demikian agung, terbentur oleh keadaan hidup yang sesungguhnya sepele. Persoalan remeh, yang kita lihat secara keliru, kemudian mengakibatkan sempitnya dada, nafas tersengal, kesal hati, murung wajah, hati yang bergemuruh duka cita, bahkan air mata dan dendam. Hingga istirahat terganggu, pikiran tidak tentu arah.


hanya malu mengglegak dalam dada, ketika menilik kisah kisah menakjubkan dari orang orang yang namanya terukir dalam sejarah karena perjuangan dan kehebatannya..
ah, rasanya ingin sekali seperti mereka...

mereka sama dengan kita. mereka manusia. mereka juga punya perasaan dan juga masalah yang sama atau bahkan lebih pelik dari masalah kita.

tetapi bedanya, mereka yang dirahmati Allah itu, para sahabat, salafus salih,, menyikapi berbagai persoalan dengan lapang dada. Mungkin saja mereka berduka, bersedih, kecewa, atau barangkali tersulut sedikit kemarahannya. Tetapi mereka berhasil menguasai hatinya kembali. Hati mereka tetap ridha, mata mereka tetap teduh, ketenangan mereka sama sekali tidak terusik. Betapa indahnya.


merekalah manusia yang mengerti benar sebab dan tujuan mereka hidup di dunia. merekalah manusia yang mampu memimpin hati, pikiran, nafsu dan jasadnya..
__bukan malah menye-menye menomor satukan perasaan yang manja, dan mengakhirkan tujuan.. 


hhh,, astaghfirullahal 'adzim..


"Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya.”(Ar-Rafi’i)




bismillah,,
kita yang harus menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri!!! ALLAHU AKBAR!! 



0 komentar:

Posting Komentar