JEJAK LANGIT

Rabbanaa,, maa khalaqta haadzaa baatila...

my page

Tampilkan postingan dengan label muhasabah :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah :). Tampilkan semua postingan

Zu Spät,..

Hari itu, aku kuliah di FIP dari jam 09.00 sampai jam 11.00. 
dan masalahnya adalaaaaahh,, jam 11.00 tepat, aku harus sudah berada di  FBS gedung c13 lantai tiga. ada kuliah lagiiii. great.
gak ada yang bisa nganter. temen juga gak ada yang bawa motor. okeee. jalan ajah deh. :)
ku paksa kakiku untuk terus melangkah... sebentar lagi sampaaaii..!! hozh hozhh..
matahari bersinar begitu terik. panas.
aku tak tahu, kenapa aku niat sekali berangkat kuliah. padahal, biasanya aras-arasen.. (hehe) 
jam di hape sudah menunjukkan angka 11.15
wah waaahh.. gawat..! ku percepat langkahku... naik tanggaaaaa (really don't like it)  T__T

alhamdulillah.. sampai juga di lantai tiga. antara sesek dan ngos ngosaann. pusing. bentuk gak karuan. keringat mengalir deras. kakiku?? jangan ditanya! masyaAllah.. ajep ajep pokoknya :O

perlahan, ku buka pintu kelas. ku seret kaki kananku memasuki ruangan.. aku capek.
sudah bersiap mau duduk,, tiba-tiba dosen yang terkenal sangat baik hati itu mendekatiku... beliau tersenyum, (maniiiss sekaliii) dan berkata lembut "zu spät, lana.. zu spät...warten sie im äußere klasse bitte.." (terlalu terlambat, lana.. terlambat.. silahkan anda menunggu di luar kelas saja)
aku tertegun. antara malu dan canggung, ku jawab "ja frau,. enschuldigung" aku pun keluar

di luar kelas.. kaki kananku semakin ngiluu, ia benar-benar tak bisa digerakkan sama sekali. aku duduk. beneran capek.
samar, terdengar suara dosenku mengajar di dalam kelas... tak tahu kenapa.. ada perasaan kecewa menusuk dalam... 
heeii,, berkali-kali aku telat, tapi tetep diijinin masuk.. berkali-kali aku gak niat kuliah, juga tetep diijinin masuk.. tapi kenapa pas aku lagi niat-niatnya kuliah malah gak diijinin masuk?? kan aku telatnya juga udah ijin syar'i.. aku ndak bisa kalok harus lari dari FIP ke FBS secepat itu.. aku ndak bisa..

tak terasa,, air mata pun mengalir... (cengeng banget yah)

tapi bukan karena aku telat dan gak diijinin masuk kelas... bukan..
hanya saja, terbersit dipikiranku.. aku membayangkan,, jika yang mengatakan "zu spät, lana.. zu spät...warten sie im äußere klasse bitte.." itu bukan cuma dosenku.. 
tapi... Rasulullah....

ya... coba bayangkan,, di sebuah padang yang sangaaaaaattt luassss dan puanaaaassss.. dimana semua orang sejak zaman nabi adam sampai akhir zaman berkumpul, menunggu penghisab-an. dimana letak matahari HANYA SEJENGKAL DARI KEPALA kita. dimana semua manusia mengais-ngais pasir mencari air,  menggerung dalam kehausan yang tak terkira. dimana manusia berjalan merangkak mencari perlindungan, mencari tempat berteduh dari sengatan dahsyat yang membakar kulit-kulit mereka.. berjalan, merangkak dan merangkak.. beringsut mendatangi satu persatu  para nabi dan rasul yang ternaungi,, mengemis mengiba meminta pertolongan.. tapi mereka hanya masam dan menggeleng.. tidak...

hingga harapan terakhir, pada suatu tempat di padang itu,, harapan terakhir, pada kerumunan manusia yang super ramaaaii sekaliii.. semua berseru!! AIR-AIR-AIRR..!! BERIKAN AKU AIR yaa Muhammad..!!
terlihat dari belakang,,semua berdesakan, semua saling menjatuhkan, semua saling menginjak, saling mendorong, berebut untuk bisa sampai ke muka...

dan, kita.. dalam kondisi yang sangat amat lemah karena kehausan,, mencoba melangkah, ingin melihat air itu.. terdesak, terjatuh, terjungkal, terjerembab, terhempas, terinjak,.. sakiiitt sekaliii... namun, masih ada harapan.. ada Rasulullah yang akan menghapus semua luka ini....

akhirnya, dengan perjuangan panjang yang melelahkan dan beribu luka,, tibalah kita di muka.. langsung berhadapan dengan telaga sejuk nan indah bertahtakan mutiara, yang di sekitarnya ada gelas-gelas perak berhiaskan berlian surga...

ingiiiinn rasanya segera menceburkaan diri di telaga itu, mereguk sepuas-puasnya kesejukan hakiki..

lalu, ketika Rasulullah telah di hadapan.. dan kita memohon ijin untuk bisa membersamai beliau, berada di barisan ummatnya..

pernahkah membayangkan, jika nanti jawaban yang terucap dari bibir insan termulia itu adalah.... "terlambat.. sudah terlambat.. silahkan menunggu di luar saja, kau tak berhak memperoleh syafaatku"

astaghfirullahal'adziimm... T________T

tidakkah itu begitu sakit???

**atauu,, pernahkah membayangkan,, jika nanti setibanya di pintu surga.. Allah berkata "sudah terlambat.. amalmu tak cukup untuk masuk.. silahkan kau di luar saja"


silahkan.. silahkan sebut aku hanya hiperbola dan terlalu mendramatisir suasana saja..
tapi sekali lagi, ingatlah.. kesempatan dan waktu ini tak akan pernah kembali lagi...

cukup. cukup. cukup di dunia saja jika memang terpaksanya kita harus terlambat.. cukup di dunia saja jika memang harus gagal dan melihat kesuksesan orang-orang dari luar jendela.. cukup di dunia saja... 

tapi TIDAK untuk akhirat nanti, untuk kehidupan setelah ini.. TIDAK!! JANGAN SAMPAI!!!! #uwaaaaa #meweeekk



*** #edisi mendisplinkan diri (jadi takut telat kuliah, trauma disuru nunggu di luar.. T_T baguslah) #surga tak murah bukan??


  



goresan kecil



Siang. Hujan lebat. Rumahku bocor.  Air bukan saja menetes, tapi mengucur dan mengalir. Dimana-mana. Di ruang komputer, di ruang tamu, di kamar tidur, di ruang tengah.

Merembes, mengalir di dinding. Deras sekali. Sangat deras. Membentuk genangan, seperti banjir di lantai rumah, cepat mengalir kemana-mana.

Mengucur dari langit-langit eternit. Tetes-tetes, makin deras saja. Membasahi tempat tidurku. Membasahi meja kerjaku. Membasahi lantai kamarku. Membasahi dinding-dinding rumahku.

Aku bekerja mengatasi kebocoran. Tidak bisa. Kebocoran ini sistemik. Tak bisa diatasi dengan membongkar gentingnya saja. Tidak bisa diatasi dengan memperbaiki saluran air di dindingnya saja. Tidak bisa, kebocoran ini sudah terlalu parah.

Bocor, membentuk banjir. Banjir membentuk aliran dan gelombang. Gelombang air membentuk kerapuhan. Kerapuhan membentuk kehancuran. Kehancuran membentuk kebinasaan.

Berdiri termenung aku menyaksikan kebocoran rumahku. Akan tidur dimana, sementara tempat tidurku sudah basah kuyup oleh genangan air. Dingin, tubuhku basah kuyup kedinginan.

Rumah besar yang bocor, dimana-mana. Bagaimana mengatasinya. Sudah terlalu parah kebocoran ini. Akan nyenyak tidur dimana ? Akan nyaman tinggal dimana ? Rumah ini sudah penuh kebocoran.

Harusnya kita perbaiki secepatnya. Semuanya. (by: cahyadi takariawan (dg perubahan secukupnya) :p #maap pak!!^^)

__0____0____0___^^__0___0___0______

tetapi,, lebih baik disini.. rumah kita sendiriiii... #singing :DD

sekarang udah musim ujan lhooo..!! watch out, watch ouutt..!!
mungkin rumah ini harus dibongkar dalam waktu bersamaan... ada yg mbenerin genting, ada yg mbenerin talang air, ada yg ngerapihin plafon, de el el….

hmm,, kalo satu2 misalnya gentengnya tok aja yg dibenerin, trus dicat warna warni biar keliatan cantik kayak sekarang ini,, itu mah jadinya pencitraan ajah... yang liat berasa santai, brasa rumah udah bagus 'cemeling',, padahal masih ada talang yang bocor, saluran air tersumbat..
dan sekalinya hujan turun dereeesss,, "DUAARR" jebol deh.. hfftt,,

#mosok ya musti manggil tim bedah rumah di tipi-tipi itu buat mbantuin mbenerin?? 
hmm,, gitu sih cepet dan kitanya juga nggak capek.. 
tapi emang mau, rumahnya di obok-obok orang? emang rela, rumah kitaa, di hancurin sama merekaa di sana sini, diganti dengan properti bekas, seenak udel mereka?? --gue mah ogaahh

*rumah ini, rumah yang di bangun susah payah oleh simbah-simbah kita dengan keringat dan darah, yang pondasinya telah di kokohkan sedemikian rupa dengan al-qur'an dan sunnah,, rumah besar ini, yang lantang menjadi saksi akan perjuangan dan tapak-tapak kesabaran semua pendahulu, dengan harapan ia tetap kokoh berdiri memayungi zaman.. (sumpe deh iki lebay) 
dan kini ketika ia bocor, dan reot,,akankah menyalahkah angin atau hujan sebagai penyebab kebocoran, sebagai pembenaran agar kita bisa berlalu, bersantai tanpa merasa bersalah?? ataauu, akankah terus mengatas namakan kata 'lelah', hingga kita punya alasan tidur pulas tanpa memperdulikan waktu yang terus berlalu, yang tak akan hanya menghancurkan atap dan tembok, tetapi juga pondasi yang kian lama kian merapuh..  begitukah??

ah, persetan dengan semua prosedur itu, persetan dengan tahapan dan pemikiran yang coba kalian hembuskan itu... yang malah seakan semakin lama semakin menjauhkan kami dari makna kebenaran
maaf,, tetapi kami, penghuni rumah ini, memang tidak memiliki arsitek 'lihai' seperti standar rumah-rumah kalian.. sungguh, saran teknik dan bahasa-bahasa kelas 'tinggi' itu terasa sangat amat sulit sekali untuk kami mengerti...


diamlah!!!

kami tidak bodoh..!!
biarkan kami mengerjakan semua ini dengan cara kami sendiri..!!
kami masih punya pedoman dan panutan, yang dengan bahasa kasih memimbing kami sepenuh cinta membangun peradaban..
kami masih punya azzam dan tujuan, yang dengan itu kami akan terus dan terus bekerja memperbaiki lagi harapan kami ini.. 
mejadi seperti semula, dan menjadi lebih dan lebih hebat,, menjadi kokoh dan lebih kokoh,.. menjadi besar dan lebih besar..

semoga, bisa menjadi awal dari kebangkitan dan kejayaan cahaya kebenaran di atas bumi ini... amin

_____________^^______________

satukan tekad, kumpulkan kekuatan,
MARI REVOLUSI..!!!! 

#lebay.com

mid night

masih tentang rasa, 
tentang kuatnya harapan(ku) yang tak jua ku inginkan jadi nyata..

masih tentang hujan,
tentang bagaimana menyemai cinta dalam lelah dan luka

masih tentang tekad,
tentang berdiri dibatas cahaya, hanya menjaga tanpa menggenggamnya

masih tentang langkah,
tentang nada-nada indah saat mengukir mimpi pada denting sanubari

masih tentang janji,
tentang untaian getar rindu yang buncah dalam bait-bait doa

masih tentang kau,
tentang hati yang hening terkikis sepi, sunyi mengalun suci

masih tentang diri,,
dan apapun yang terjadi kini atau nanti,,
takkan pernah ku biarkan syaitan menang di celah ini...!! (auziqni, Rabbii)

pecundang ramadhan


Sepulang dari acara yang sama sekali tidak geje, sore itu benar-benar terasa aneh.. hiks, badmood sedari pagi semakin meraja lela sajaa.. :'(

Dan, biidznillah,, aku dipertemukan dengan sebuah artikel yang judulnya sangat menarik: 'Para Pecundang Ramadhan'
(deg)
Rangkaian kalimat yang menohok itu, dimulai dengan intro sebuah hadits (gak inget rowahu siapa) yang nyebutin kalo kebanyakan manusia, mereka berpuasa tetapi tak ada yang di dapatkan kecuali, lapar dan haus saja... Tak ada nilainya di sisi Allah,, hampir puasanya sia-sia.. (na'udzubillahimin dzalik) :(
(untuk lebih lengkap, tafsir haditsnya bisa ditanyakan ke mbah google) :p

Lalu kemudian setelah itu,, disebutkan ada 8 tanda-tanda pecundang ramadhan.... Tapi karena daya ingat saya yang kurang valid, jadi cuma bisa nulisin beberapa sajaa yang super duper menohokk...

SATU. ketika seseorang gagal memenuhi target-target yang telah dia buat pada awal ramadhan. khususnya, target mengkhatamkan al-qur'an. (jleeebbb jleeeeebb) T_________T
--dari ibnu taimiyah : barangsiapa tidak membaca Al-qur'an, maka ia telah meninggalkan Al-Qur'an. barangsiapa membaca Al-Qur'an tetapi tidak merenungi maknanya, maka ia telah meninggalkan Al-Qur'an. dan barangsiapa membaca dan merenungi Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkannya, maka ia telah meninggalkan Al-Qur'an.

DUWA. ketika malam-malamnya tidak dihidupkan dengan ibadah,.

TIGA. tidak menjaga anggota tubuh dari penyimpangan. dalam hal ini, termasuklah menahan diri dari amarah, su'udzon, zina pada semua anggota tubuh (mata, telinga, mulut, tangan, kaki, hati, pikiran, dll)
--"pandangan mata adalah panah beracun (yang jika terkena tidak hanya akan melukai, tetapi juga meninggalkan racun) di antara panah-panah iblis. Barangsiapa meninggalkannya karena takut padaKu, maka Aku ganti dengan keimanan yang di rasakan manis dalam hatinya" HR. Al-hakim
--dari abu hurairah, Rasulullah bersabda:"zina bagi kedua mata adl memandang, zina bagi kedua telinga adl mendengar, zina bagi lidah adl berbicara, zina bagi tangan adl menyentuh, zina bagi kaki adl melangkah, zina bagi kalbu adalah berharap dan berangan-angan, dan kemaluan hanyalah yg membenarkan atau mendustakan.”
--Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian saling dengki, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jangan kalian membeli suatu barang yang (akan) dibeli orang. Jadilah kamu sekalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara.” (HR. Muslim)

EMPAT. ketika di hari-hari terakhir tidak dioptimalkan, tetapi malah sibuk dengan urusan dunia. 
dijelaskan, termasuk didalamnya walau menjadi panitia zakat, atau panitia syawalan, yang ia sampai lupa waktu dengan kegiatannya itu dan lalai bahwa ramadhan akan segera berakhir.. intinya, boleh sibuk, tapi jangan lupa jaga hubungannya sama Allah (manajemen diri)

LIMA. setelah ramadhan, semua amalan yaumiyah menurun drastis. tidak di istiqomahkan. 
(iki sing puualing angel kotoke) :((((( 



aku lupa yang tiga lainnya apaaaaaa... T_______T (afwan, bagi yang baca)

*************

out of all,, ini sudah ramadhan hari ke 18 kawaaann.. tinggal 12 hari lagii,,, T_________T   berlarilaahh!!! insyaAllah masih ada waktu untuk memperbaiki semuanyaaa..!!

maafkan Ramadhan, jika kami mengacuhkanmu, padahal kau datang karena Cinta Allah kepada kami...
perkenanlah, engkau tetap berada disini,, dan kami akan menjamumu dengan jamuan yang lebih baik, dengan sepenuh diri ini,... insyaAllah...

diantara binar mata

Allah memang selalu bisa menguatkan hamba-hambanya dengan cara yang tak pernah kita sangka,..
Dan malam ini, kembali kudapatkan pelajaran yang sangat berharga..

Ba'da maghrib di serambi masjid desaku…

Anak-anak kecil ramai, sudah berebut urutan ngaji…
Aiih,, selalu ada getar getar aneh yang terasa, ketika mendengar bocah-bocah itu mengaji..
Keindahan yang tak bisa di ungkapkan..



# Pertemuan pertama dengannya berlangsung ketika sebagian besar anak-anak sudah mendapatkan 'jatah ngaji' mereka,,

Bocah itu riang menghampiriku dengan senyum yang sangat manis...
Ku balas senyumnya, ku raih iqra dan kuserahkan padanya…
Perlahan ia buka lembar demi lembar, dan berhenti pada sebuah halaman..

Ku rasa, dia sudah siap…
"yok yokk.. Baca Al-fatihah dulu… bismillah…hiiraahman...nirrahimm"
bibirnya bergerak  terbata mengikuti surah al-fatihah yang ku ejakan untuknya…
Namun yang terdengar hanyalah "aaaa...au.. Nngg..saaa"
Itu pun sangat lirih…

Jauhh dalam hati,, aku heran.. Ada apa dengan anak ini? kenapa suaranya kecil sekali??

Lebih ku cermati…

Dan, aku tergugu ketika kesimpulan itu berhasil ku dapatkan..

yaa.. dia bisu..

************
 
ayat demi ayat dari alfatihah terbaca, sementara anak-anak lain mengerumuni dan sudah riuuhh mengejeknya : 
"hahaha,, opoooo kuii.. ngaji kok gur 'uuaaa uaaa'... ngajimu salah kabeeeh, gagu!!"

MasyaAllah,,, rasanya ingin aku membentak dan memarahi anak-anak lancang itu..
Aku  bisa merasakan luka yang menganga, tusukan yang sangat dalam dikarenakan kalimat itu..
Aku sangat bisa meraasakannya… Sakit.. Sakit sekali… T.T

Namun.. Lihatlah binar mata itu.. Masih menatapku tulus..
Seakan memintaku tak usah mengiraukan teman-temannya.. Terus saja mencermati dan menirukan bacaan al-fatihah yang mulai terbata ku lantunkan…

Gerak bibirnya, lirih suaranya,, bening kesungguhan dalam matanya… membuatku merasa begitu kecil dan hina…

Al-fatihah usai, dia mulai meraih iqra'nya, mengamati tiap huruf yang teruntai disana..

Setiap usai melihat satu huruf, dia mendongakkan kepalanya.. Menggerakkan bibirnya, sesuai makhraj dan bunyi yang dia tahu..

………. …….. "uaaaaaa" … (dia ucapkan sambil menempelkan gigi ke bibir luarnya, mengerucutkannya, lalu membuka mulut)

Aku tersenyum "iyaaa pinteeerrr.. faaa"

… …… ….. "uaaa..aaa..nggaa.." (gerakan bibirnya sangat pas dengan huruf yang tertera)

Ku kuatkan diriku "sip sipppp.. Benerr!! Faa saa khaa"

Begitu seterusnya..
lesung pipit yang tercipta setiap dia selesai mengucapkan satu kalimat…
Benar-benar bisa membuatku terpaku di tampatku… manis sekali..
Dia sangat pintar… bahkan hafalannya lebih banyak dari teman-temannya...

hanya saja, selama ini ustad-ustad disini memandangnya sebelah mata,, mereka beraaattt sekali menaikkan tingkatan iqra'nya... mereka sangat jarang menyimak bahkan menanyainya tentang hafalan, karena mereka anggap anak ini tak mampu...


innalillah...

***********

Namanya Faris,, binar matanya, ketulusannya, kejernihannya….
Radiasi iman yang begitu kuat, hingga hati yang legam ini pun bisa jua merasakannya…

Air mata yang menggenang di mataku tadi, menjadi saksi akan keindahanmu yang terpancar dalam...
Allah, tak sanggup aku menatap balik matanya yang menatapku…

Betapa tidak,,
hati mana yang tidak terharu mendapati sebuah keridhoan dan juga pendar semangat yang menakjubkan dari seorang anak kelas 1 SD…

Subhanallah,, Maha Suci Engkau Rabbi…
Engkau benar-benar sebaik-baik penjaga.. Engkau Maha Adil di atas segalanya…
Betapa mulianya anak itu di sisi Engkau Rabbi,, hingga Kau jaga dia dari sumber bahaya terbesar  dan sumber dosa terbesar yang ada dalam setiap diri manusia…     Lisan…

Aku semakin tertunduk dalam, ketika menyadari bahwa anak itu akan terus terjaga lisannya hingga akhr hayatnya.. Kemungkinan dia untuk ghibah, menfitnah, berbohong, dan dosa-dosa lisan lainnya menjadi sangat kecil…

jangan pernah menyerah ya sayang...
terimakasih, kau telah mengingatkanku tentang banyak hal..
semoga setelah ini hatiku masih bisa mendengar suara super merdumu...

jazakillah khairan katsir..
Barakallah dek,, ukhibuka fillah… :)


*dan kita kawan, yang masih diberikan kesempurnaan oleh Allah,, kemudahan ekstra dalam beribadah kepadaNya.. masihkah harus mengeluh??
*dan kita kawan, yang telah dianugerahi begitu banyak nikmat,, berbagai keistimewaan di dalam diri kita.. masihkah harus meragukan letak keadilan Allah??
*dan kita kawan, yang masih bisa mendengarkan, melihat, melafalkan, meng-indah-kan ayat-ayat suci al-qur'an dengan suara kita.. masihkah harus malas membaca dan mentadabburinya??

*na'udzubillahi min dzalik... astaghfirullah hal 'adzim....

FABIAYYI ALAA IRABBIKUMAA TUKADZIBAAN.. T.T

nemu ini T.T (astaghfirullah)

nemu note di facebook yang mengerikan... klik disini

semoga kita dimudahkan dan diberi kekuatan untuk bisa terus menjaga diri... T.T aminn T.T

Qif!! Wastajib lakum....

Ungkapan hati santri

Sungguh ku bahagia, bisa menghafalkanya
Dan aku pun suka, ada yang mengajarinya
Dan aku pun bangga, walau ustadzku tuna netra

Reff: kusimpan Qur’an di hati, damainya tak terkira
Berawal dari niat yang suci, Qur’an kan ku jaga
Sampai mati..

Ku ingin tahu isi Al-Qur’an, dan mengamalkannya di dunia
Karna ku yakin dengan Al-Qur’an hidupku, mulia
Mulia sampai surga

Ku ingin kedua orang tuaku selalu tersenyum kepadaku
Karna doanya pada anaknya, menjadi permata di keluarga
Terimakasih ayah dan ibuku, yang selalu mendoakan diriku
Karena Ridhomu, cita-citaku kan menjadi nyata

Ibu juga ayahku ini terimakasihku
Maafkan aku, jika diriku sering mengecewakanmu
Terimakasih ustadz-ustadzahku yang telah mengajariku ilmu
Kesabaramu, keteguhanmu kan ku ingat slalu

************************
Terpesona dengan syair menakjubkan yang dibuat oleh anak-anak rumah tahfidz.. sejak kalimat pertama terlantunkan, rasanya sudah ada menusuk.. (MJJ biyaanggeett)

Ah, aku malu…. Malu kepada wajah-wajah polos mereka.. malu pada ketulusan dan kegigihan mereka untuk ikut menjaga Al-Qur’an.. malu kepada jiwa-jiwa suci yang semakin meyilaukan itu…

Hei,, sekecil itu.. mereka sudah ada kemauan yang besar untuk memberikan kontribusi mereka terhadap agama ini….sekecil itu, mereka sudah memikirkan surga dan juga mahkota cahaya yang bisa mereka berikan kepada orangtua mereka, dengan Al-Qur’an…

Tak kuasa lagi untuk menatap mereka.. sungguh aku malu..

**************
Indahnya,, indahnya jika Al-Qur’an mulia itu dapat tersimpan di dalam hati.. hingga ia bisa menjadi penerang dalam setiap langkah.. menjadi panutan saat terjadi berbagai goncangan dan kebimbangan… 

Alangkah indahnya,, jika hati pun bisa berjalan beriringan dan seirama dengan Al-Qur’an.. hingga ia kembali bisa menjadi putih keperakan, bersinar agung…

Sungguh indah, jika hati seputih itu berada dalam diri,, ia mampu untuk dimintai fatwa dalam perjalanan menuju Allah.. azzam yang tergas, orientasi yang jelas, ketenangan yang menyejukkan, juga semangat yang tak pernah padam…

Indah,,  jika ketika nanti pada detik-detik sakaratul maut, bibir ini masih bergetar melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.. hingga saat itu pun menjadi saat terindah di dalam hidup, karena itulah awal dari kehidupan kita yang sebenarnya, karenaa itulaah awal dari melabuhnya rindu kepada Sang Maha cinta..

Betapa indahnya,, ketika di dalam kubur gelap gulita, sempit, tersekat pada kesendirian yang seakan tak berujung,, Al-Qur’an datang menemani, membawa berkas-berkas sinar indah menentramkan.. 

dan, bukankah indah?? Jika ditengah padang mahsyar, diantara bertriliyun-triliyun manusia yang dibangkitkan, yang sangat khawatir akan perhitungan yang pasti akan dilaksanakan terhadap setiap diri mereka.. hati kita tenang damai, karena Al-Qur’an ada disana… 

Lalu, akan sangat indah lagi di padang mahsyar itu, ketika terdengar sebuah suara yang memanggil seluruh hafidz dan hafidzoh yang ada, mengangkat dan  mendirikan mereka di atas mimbar cahaya.. dan menyuruh mereka memperdengarkaan hafalan mereka kepada seluruh manusia yang pernah hidup, kepada para nabi dan juga pada Rasul, kepada para sahabat, kepada paraa syuhada..

dan yang paling terpenting diatas semuaanya,, mereka juga diberi kesempatan untuk memperdengarkannya langsung kepada Allah….. T.T

***************
Ahhh.,, inginnyaaaa.. T.T

Apakah kalian juga ingin menjadi salah satu dari mereka-mereka yang sangat beruntung itu??

aku yakin, jawaban kalian pasti YA!!!
Emm.. lantas… sudah sampai mana hafalaannya, kawan????!! sudah berapa ayat yang mampu bertahan berada di relung-relung hati kita??

mari introspeksi,,
hufffhh...kenapa hafaan itu sangat mudah hilang dari ingatan, dari hati?? apakah karena hati ini sudah terlalu kotor hingga Al-Qur'an tak mau lama-lama singgah padanya?? apakah karena kita memang sudah terlalu menyepelekan Al-Qur'an, terlalu sibuk mengurus urusan-urusan dunia yang semu?? 


astaghfirullahal 'adzim.... :((


Ya Allah rahmatilah kami dengan al Qur’an. Jadikan ia imam kami, cahaya, petunjuk dan rahmat bagi kami. Ya Allah ingatkanlah kami dari apa yang kami lupa dan ajarkan bagi kami dari kebodohan kami. Karuniakanlah rizqi kepada kami untuk dapat membacanya sepanjang malamnya dan sepanjang siangnya. Jadikanlah ia perisai kami. Wahai Tuhan sekalian alam.

eM-Je-Je

Ternyata usia tak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan. Bersikap seperti anak-anak padahal beban dakwah semakin banyak. Ummat ini sedang butuh kontribusimu, jangan kau tambah lagi masalah ummat dengan kemanjaanmu. 
Ingat, 
Komitmen kita di jalan dakwah ini akan Allah bayar, jauh lebih mahal dari materi yang selama ini kita kejar. Jadi jangan beralasan meninggalkannya, mengakhirkannya, hanya karena disibukkan dengan permasalahan-permasalahan pribadi. 
Syurga itu amat mahal,, dan takkan dapat dicapai dengan upaya seadanya saja. 

Buang sifat manja, buktikan bahwa kita pantas menjadi pejuang dakwah yang bermanfaat bagi sesama manusia, yang siap berkerja untuk ummat, siap bekerja untuk bangsa. Membangun, mengokohkan tonggak-tonggak kejayaan yang telah dibangun dengan darah dan keringat pendahulu kita.


*******************
masyaAllah... dalem buanget.... T.T
ah, memang. semua masalah-masalah bodoh ini tak akan berarti..
buat apa menye-menye, buat apa melo-melo.. 
udalaaahh,, mau di pikir, mau kagak.. sama ajah..
mending mikirin hal-hal yang lain, yang lebii manfaat buat akhirat :)


let's fastabiqul khairat, ihwah fillah!! :DD




*sekilas semangat,, dalam proses menghapus tragedi abu-abu hari ini....

serpihan karang

aku tak kuasa membayangkan,, bagaimana itu surga...
seperti aku tak mengerti, kenapa kebahagiaan bisa buncah diatas perih luka....


aku tak pernah tahu,, sejauh mana kata 'indah' kehilangan makna jika harus berhadapan dengan keagungan surga...
seperti aku tak bisa pahami, kenapa cinta bisa begitu saja terhujam pada hal-hal yang sebelumnya sangat ku benci...


ah,, tapi aku tak terlalu peduli


yang aku tahu, surga itu ada dalam tiap langkah menuju rengkuhan ridha Rabb-ku.....


yaa, cukup hanya itu saja.. ^^



untitled

hitam,, legam,, buta oleh pekatnya bayang-bayang..
derap-derap langkah yang merengkah
terkadang tak mau mengerti, walau disana badai menghalangi
bodoh. sampai kapan
ini bukan lagi persolan perasaan
tapi ini sudah menyangkut iman....


lihatlah,....
bukankah aku hanyalah bangkai busuk menghinakan
aku hanyalah setetes air di gelombang lautan
aku hanyalah debu di sahara padang gersang
aku hanyalah jasad pembawa kotoran
aku hanyalah setitik nutfah yang tertumpah
apa artinya??
maka ketika aku telah menjual seluruh diriku untukNya... 
#masihkah kau bertanya??
__karena sungguh memang tak ada yang ku punya,, selain hanya Dia... =)

harmoni kehidupan

Hati adalah keheningan. jika manusia tidak menemukan keheningan dalam hatinya, maka tidak ada satu tempat pun di dunia ini yang menawarkan keheningan, juga kebeningan.


Hati yang hening, adalah hati yang sunyi lagi sepi dari riuh rendahnya senandung suara dunia. Yang bergema di dalamnya adalah suara langit yang syahdu,, membeningkan kalbu.








saat kesadaran akal dan kebeningan hati sudah terbingkai keyakinan,, maka semua pandangan adalah keindahan, hidup pun juga berarti kebahagiaan


dan uniknya,, ketika kita berusaha membuat keindahan yang kita rasakan juga dirasakan dan dipunyai oleh orang lain,, maka Allah akan menggantikan keindahan kebahagiaan yang kita rasakan dengan kebahagiaan lain yang lebih nyata, dan mengalirlah dari diri kita kepribadian yang terpuji lagi indah..
____membuat kita bahagia meskipun tidak memiliki... :)


Rabbi,,, bunga adalah sentuhan kelembutanMu, matahari adalah dekap hangat ridhaMu, angin adalah belai kasihMu, dan air adalah caraMu menyentuh kebeninganku agar selekasnya melabuh dalam kebeninganMu..

 


jiwa.....

                    أسفاً لعبد كلما كثرت أوزاره قلّ استغفاره ، و كلما قرب من القبور قوي عنده الفتور
Menyesal-lah hamba; kian banyak dosanya, makin sedikit istighfarnya; kian dekat ke kuburnya, makin kuat kehampaan maknawinya. -Imam Ibnul Jauzy-

hampa. gersang. kelam.
seakan jiwa benar-benar kosong, tak ada lagi tumpuan untuk melangkah.. 
sempit sekali. melangkah sendiri. dihujat sana-sini. tak ada yang mau peduli.

yaa,, setiap dari kita pasti pernah merasakan hal seperti itu...

begitulah memang,, sebab penderitaan terbesar dari manusia, adalah jiwa yang cepat goyah dan bimbang saat menghadapi sesuatu yang sebenarnya remeh. Penderitaan paling berbahaya adalah ketika tujuan hidup kita yang demikian agung, terbentur oleh keadaan hidup yang sesungguhnya sepele. Persoalan remeh, yang kita lihat secara keliru, kemudian mengakibatkan sempitnya dada, nafas tersengal, kesal hati, murung wajah, hati yang bergemuruh duka cita, bahkan air mata dan dendam. Hingga istirahat terganggu, pikiran tidak tentu arah.


hanya malu mengglegak dalam dada, ketika menilik kisah kisah menakjubkan dari orang orang yang namanya terukir dalam sejarah karena perjuangan dan kehebatannya..
ah, rasanya ingin sekali seperti mereka...

mereka sama dengan kita. mereka manusia. mereka juga punya perasaan dan juga masalah yang sama atau bahkan lebih pelik dari masalah kita.

tetapi bedanya, mereka yang dirahmati Allah itu, para sahabat, salafus salih,, menyikapi berbagai persoalan dengan lapang dada. Mungkin saja mereka berduka, bersedih, kecewa, atau barangkali tersulut sedikit kemarahannya. Tetapi mereka berhasil menguasai hatinya kembali. Hati mereka tetap ridha, mata mereka tetap teduh, ketenangan mereka sama sekali tidak terusik. Betapa indahnya.


merekalah manusia yang mengerti benar sebab dan tujuan mereka hidup di dunia. merekalah manusia yang mampu memimpin hati, pikiran, nafsu dan jasadnya..
__bukan malah menye-menye menomor satukan perasaan yang manja, dan mengakhirkan tujuan.. 


hhh,, astaghfirullahal 'adzim..


"Jika engkau menghadapi dunia dengan jiwa lapang, engkau akan memperoleh banyak kegembiraan yang semakin lama semakin bertambah, semakin luas, duka yang makin mengecil dan menyempit. Engkau harus tahu bahwa bila duniamu terasa sempit, sebenarnya jiwamulah yang sempit, bukan dunianya.”(Ar-Rafi’i)




bismillah,,
kita yang harus menjadi pemimpin bagi diri kita sendiri!!! ALLAHU AKBAR!!